Memakai WhatsApp untuk Bisnis: Etika dan Tips Praktis agar Tidak Dianggap Spam
WhatsApp adalah aplikasi yang paling sering dibuka pelanggan setiap hari, sehingga cocok untuk menjaga hubungan. Namun karena sifatnya personal, cara memakainya perlu dijaga agar tidak terasa mengganggu.
Minta izin dulu
Pastikan pelanggan setuju dihubungi lewat WhatsApp. Cukup tanyakan saat mencatat nomor mereka, misalnya "Boleh kami kabari kalau ada promo?" Pelanggan yang setuju akan lebih responsif.
Gunakan nada yang manusiawi
Tulis seperti Anda berbicara dengan pelanggan di toko: sapa dengan nama, singkat, dan jelas. Hindari pesan panjang yang terlihat seperti iklan massal.
Kirim di waktu yang tepat
Hindari mengirim pesan terlalu pagi, malam, atau saat jam sibuk pelanggan. Siang hingga sore biasanya lebih nyaman untuk pesan non-mendesak.
Jangan terlalu sering
Pesan promosi yang datang setiap hari akan membuat pelanggan menyembunyikan atau memblokir nomor Anda. Tentukan ritme yang wajar, misalnya beberapa kali dalam sebulan, dan pastikan setiap pesan punya manfaat.
Berikan pilihan berhenti
Cantumkan cara menolak pesan berikutnya, misalnya "Balas STOP bila tidak ingin menerima info promo." Hormati permintaan itu.
Bedakan pesan layanan dan promosi
Konfirmasi pesanan, pengingat jadwal, dan ucapan terima kasih adalah pesan layanan yang biasanya diterima dengan baik. Promosi sebaiknya lebih jarang dan lebih relevan.
Pilih segmen, bukan semua orang
Pesan yang ditujukan ke kelompok yang tepat, misalnya pelanggan yang lama tidak datang atau yang berulang tahun bulan ini, hampir selalu lebih efektif daripada pesan yang dikirim ke seluruh kontak.